Menu Tutup

Mengapa HTI dibubarkan dan apakah teroris itu muslim

Mengapa HTI dibubarkan? Apakah teroris itu muslim?

Kalau sudah begini rasanya ingin cepat cepat jual rumah yang di jakarta, vila yang di bogor, vila yang di bali..secepatnya pindah ke dubai biar bisa lihat air macur yang bagus sama gedung pencakar langit yang bisa muter muter...

Untung teman teman kerja pada ngingetin kalau semua rumah rumah itu bukan milik saya..

Ketika saya menjelajahi forum forum maupun group, banyak sekali di jumpai pertanyaan dan pernyataan di komentar. Dari mulai yang masuk akal sampai yang tak masuk logika terkait teroris, HTI, pemerintah, politik dan lain sebagainya.

Saya sebagai orang awam, beropini di luar konteks Agama.Karena buta Agama.Terkait mengapa pemerintah akhirnya resmi membubarkan HTI yang menuai pro dan kontra disana sini.

Apakah HTI di bubarkan karena di anggap teroris? Jika kita berbicara di komentar secara singkat, banyak orang akhirnya menyimpulkan demikian.

Tetapi jika di jabarkan lebih mendetail, menurut saya tidak tidak seperti itu. HTI sama sama muslim yang taat beribadah yang sama punya tujuan seperti muslim lainya.

Hanya saja HTI secara terang terangan memang mengusung Khilafah.Dan dari sudut pandang Islam pasti tidak ada yang salah bahkan mungkin lebih baik karena benar benar menerapkan syariat Islam.

Lalu mengapa tetap di bubarkan kalau HTI dan khliafah tidak ada yang salah?

Disinilah inti dari sudut pandang awam saya terkait hal itu. Yang mungkin juga menjadi salah satu bagian dari sudut pandang pemerintah dalam mengambil keputusan.

Beberapa tahun yang lalu, HTI mengkampanyekan untuk mendirikan negara khilafah besar besaran di stadion GBK. Bahkan waktu itu di hadiri Adhyaksa Daud sebagai tamu undangan.

Ada 4 pilar utama yang di gagas HTI untuk mendirikan negara khilafah:

1.Prinsip kedaulatan Rakyat menjadi Kedaulatan di tangan Allah.
Dalam orasinya, seluruh ukum di Indonesia sekarang ini di anggap system jahiliyah. Dan hanya akan di tegakan syariat Islam saja.

2.Kekuasaan pemerintah di anggap kekuasaan di tangan pemilik modal. Di ubah menjadi kekuasaan di tangan umat

3.Menghancurkan sekat sekat nasionalisme yang di anggap memecah belah umat. Dan mengangkat seorang Khalifah untuk menjadi pemimpin yang menyatukan umat.

4.Meninggalkan segala bentuk Undang undang buatan manusia yang berlaku sekarang ini. Dan memasukan hukum khilafah untuk menjadi hukum terkuat.

Simak salah satu videonya :
https://youtu.be/819D0tTwHEA

Jadi 4 hal di atas, terlepas bertentangan atau tidak dengan Pancasila masing masing dari anda tentu punya penilaian sendiri.

Sekarang kita lihat dari sudut pandang yang lain:

Seperti kita ketahui, Indonesia memiliki dasar Negara yaitu Pancasila dan UUD 1945. Hal itu sudah di ajarkan sejak kita masuk SD.

Pancasila di rumuskan oleh beliau beliau para pahlawan pendiri bangsa ini. Dan bukan orang sembarangan. Orang orang yang sudah berjuang memerdekakan Bangsa ini dari tangan penjajah.

Beliau para perumus Pancasila dan UUD 1945 juga bukan berasal dari 1 golongan. Melainkan berasal dari berbagai suku Bangsa, Agama dan Ras

Itulah mengapa di pilih Pancasila sebagai keputusan final yang di dalam nya sudah menjadi lambang sebagai pemersatu bangsa yang terdiri dari berbagai Suku Bangsa, Agama, Ras dalam kalimat Bhinneka Tunggal Ika.

Apakah K.H Abdul Wahid Hasyim yang ikut merumuskan Pancasila tidak mengerti Khliafah? tentu saja mengerti tetapi di putuskan Pancasila sebagai lambang negara kita.

Nah sekarang kita ber andai andai. Seandainya khliafah di tegakan di di negeri ini menggantikan pemerintahan Demokrasi. Dan mungkin saja Pancasila dan UUD 1945 akan di ganti oleh sang Khalifah.

Seandainya pemerintah juga setuju Demokrasi Indonesia menjadi system khilafah. Apakan mungkin mungkin 100 % rakyat Indonesia setuju pro ke khilafah?

Rasanya sangat mustahil.Karena khilafah kan untuk muslim. Bagaimana dengan umat Agama lain yang ada di Negeri ini?

Bahkan seandainya sebagaian umat Muslim juga ada yang tidak setuju? Taruhlah 50-50. Kira kira apa dampak yang akan terjadi berikutnya di Indonesia.

  • Mungkinkah Indonesia menjadi lebih aman tentram dan damai? Atau justru malah sebaliknya perang saudara?
  • Bagaimana nasib golongan dan etnis lain yang non muslim? bukan tidak mungkin terulang lagi kasus kerusuhan dan pembantaian etnis lain 1998.
  • Bagaimana dampak teknologi yang sudah menjamur di gunakan sehari hari oleh semua orang jika dianggap tidak sesuai syariat Islam?
  • Kira kira seperti apa,bagaimana dan berapa lama adaptasi dari system demkrasi ke Khilafah?
  • Atau mungkinkan akan ada negara khilafah di dalam negara Demokrasi? bagaimana cara system pemerintaha bisa berjalan dengan baik?
  • Apakah beribadah di negeri bukan khilafah pahalanya jadi sedikit hingga bersikukuh ingin mendirikan khilafah?
  • dan sebagainya

Ini sebagian kecil pandangan saya, mengapa pemerintah membubarkan HTI yang mengusung system khilafah.Jadi bukan karena menganggap bahwa HTI adalah teroris.

Lalu siapa teroris? menurut versi saya teroris adalah sekelompok orang yang bisa berasal dari suku, Agama, Bangsa dan Ras apapun, yang menganut faham wahabi dan mengatasnamankan Islam tetapi ingin merusak dan menghancurkan Islam.

HTI bukan teroris. Tapi mungkin saja didukung teroris. Entah di ketahui atau tidak.Mengapa bisa? itu bisa saja terjadi karena mereka juga punya politik dengan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.Mendompleng.. menjadi kendaraan untuk melebarkan sayap.

Jadi kalaupun khilafah di tegakan, bisa saja teroris terus melanjutkan aksinya dan terus menerus memperluas jaringan ingin menguasai.

Jadi kesimpulanya, sebagai bagian dari rakyat saya mendukung pemerintah.. bukan karena Jokowi tapi siapapun yang sedang menjalankan roda pemerintahan.

Kalau ada orang menuding ke saya kurang pemahaman Agama tentang khilafah, bukan kurang pemahaman, tetapi memang saya buta Agama. Karena itulah saya belum pernah koar koar tentang Agama sejak pertama buka akun media sosial apapun. Karena memang tidak mengerti.

Identitas muslim aja belum tentu di akui Allah,sekali kali berbuat baik, sekali kali berbuat benar, sekali kali menolong sesama, sekali kali beribadah aja belum tentu di akui oleh Allah. Dan segalanya hanya Allah yang tau.

Saya hanya berusaha berpikir logis, realistis.mencoba melihat segala sesuatunya dari sudat pandang yang berbeda beda. Itu saja. Soal agama, ibadah dll, urusan individu dengan tuhan ..hanya Allah yang akan menilai..Bukan manusia!!!

Semua isi bumi dan alam semesta ini ciptaan Allah. Keragaman Ras, Warna kulit, Agama dan lai lain juga ciptaan Allah. Mereka yang bukan saudara kita dalam Iman, Mereka adalah saudara kita dalam kemanusiaan hanya itu saja...tidak perlu tanya lagi soal pemahaman agama... Buta..

Tentu saja berbeda dengan mereka yang hampir tiap hari dakwah di medsos buatan kapir,bicara sudah seperti malaikat pemegang kunci syurga.Yang tidak sealiran dianggap Kapir. Tapi sehari hari yang di pegang produknya kapir.

Baca Juga:

Jadi pemerintah,jadi aparat memang selalu salah. terus kapan benarnya?

Miris rasanya membaca komentar orang orang..dari golongan gembel seperti saya sampai elite yang berpendidikan tidak ada bedanya.

Ketika terjadi teror bom yang menimbulkan banyak korban jiwa, para elite politik yang seharusnya bekerja sama dan memberi dukungan ke pemerintah malah menyalahkan. Pemerintah dan aparat dianggap lalai, dianggap kecolongan.

Ada yang berpendidikan malahan bilang itu belum seberapa di banding saudara kita yang di gaza. Tidak ada empatinya sama sekali. seolah olah nyawa tidak ada harganya.

Yang di bawah bilang pengalihan isu bla blab bla bla...dan pemerintah lagi lagi di jadikan objek negatifnya..Saya nggak mengerti apa yang ada dalam pikiranya...

Tetapi ketika aparat meningkatkan kewaspadaan, antisipasi dan lain lain dianggap saling mencurigai sesama muslim... Aneh sungguh anehh...apa yang ada dalam pikiranya...

Rating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.