Menu Tutup

Kisah miris sebuah keluarga yang bikin menetes air mata

Kisah - Cerita ini adalah kisah nyata dari sebuah keluarga yang memang aku kenal.
Sebut saja sepasang suami istri, Doni dan istrinya Lina yang sudah rsmi menikah lebih dari 10 tahun lalu yang kini telah di karuniai seorang anak laki laki.

Tidak ada perkenalan dan pendekatan khusus, sampai Doni berniat memperistri Lina. Karena memang keduanya sudah saling mengenal sejak kecil. Merekapun bertetangga. karena rumahnya memang berdekatan.

Aku, Doni dan Lina memang saling mengenal. Bahkan Doni adalah teman sekolah sampai kita sama sama lulus SD.

Sebelum menikah, Doni memang tidak punya pekerjaan khusus. Tetapi hanya bekerja membatu orang tuanya di rumah. Selebihnya hanya bermain bersama teman temanya.

Sampai Doni memeperisti Lina, Doni masih tetap seperti itu. Tetapi Lina menerima begitu saja. Mungkin karena mereka adalah teman dekat sejak kecil. Tahu latar belakang dan kehidupanya masing masing.

Lina tidak mempermasalahakn kondisi Doni yang tidak punya pekerjaan tetap. Karena memang Lina saat itu punya modal yang cukup untuk menikah, bahkan simpananya cukup untuk membuka usaha di rumah setelah mereka menikah nantinya.

Lina sudah lama menjadi TKW di luar negeri sebelum menikah. Oleh karena itu Lina punya modal yang cukup. Bahkan Lina sudah membeli rumah, Tanah, dan kebun. Mungkin itu juga menjadi alasan Lina menerima Doni begitu saja.

Setelah menikah, tak ada perubahan pada perilaku sehari hari Doni bahwa sekarang dia adalah seorang suami yang harus mencari nafkah untuk mencukupi keluarganya. Doni tetap seperti biasa yang suka berkumpul bersama teman temanya.

Biaya sehari hari mengandalkan tabungan Lina dan Pemberian orang tua Lina. Karena mereka masih tinggal satu atap bersama keluarga Lina walaupun Lina sudah punya rumah sendiri yang lokasinya cukup jauh.

Pekerjaan sehari haripun sang Istri yang mengurus. Ke kebun mencari kayu bakar, mencari pakan kambing peliharaan yang seharusnya menjadi kerjaan suamipun sang istri yang saban hari melakukan pekerjaan itu.

Apalagi pekerjaan rumah memasak, mencuci, mengambil air minum dan sebagainya yang memang bisa di bilang tugas sang istri. Lina nbuka tidak pernah menbicarakanya dengan suami, namun yang didapat hanyalah omelan yang justru mebuatnya sakit hati.

Setahun berlalu,Lina pun hamil anak pertamanya. Perutnya yang kian membesar, membuat lina kewalahana dengan semua pekerjaan rutinya. Seharusnya lina lebih banyak istirahat untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil.

Tetapi itu tidak mungkin. Pekerjaan rumahnya siapa yang mengerjakan. Karena mereka kini sudah menempati rumah sejak beberapa bulan lalu. Rumah sederhana yang mereka buat di lahan suaminya, yang tentu berdekatan dengan orang tua Doni.

Hanya sesekali saja Doni membantu pekerjaan wajibnya.Bahkan sampai hamil besarpun, Sang istri masih tetap melakukan pkerjaan sehari harinya.

Ketka musim kemarau datang,betapa susahnya mencari rumput untuk pakan peliharaanya. Lina harus mencari ketempat yang jauh denga susah payah keluar masuk hutan. Karena d kebun sendiri tanaman mati kekeringan.

Lina juga yang setiap hari harus mengambil air minum ke sungai dengan memikul drum di pundaknya dengan perut buncitnya. Sementara suaminya tetap acuh dan asyik bermain bola bersama teman temanya di sawah kering seberang sungai. Jalan yang sempi dan menanjak membuat Lina kesusahan memikul drum penuh air. Jalan tanah liat yang rawan orang terpeleset dan terjatuh.

Orang sekitar sudah terbiasa melihat pemandangan seperti itu. Pemandangan yang begitu miris bagi orang orang yang masih memiliki hati. Namun mereka tak bisa berbuat banyak. Dan situasi itu tak mengubah pikiran Doni sebagai suami. Ia tampak asyik melanjutkan bermain sepak bolanya.

Setelah anak pertama lahir dan cukup umur untuk di tinggalkan, Lina kembali menjadi TKW.Karena tabunganya terkuras untuk biaya hidup selama ini. Dia berpikir takan mungkin bertahan dengan kondisi seperti itu selamanya. Beban hidup dan beban biaya hidup bertambah berat. Nyaris tak pak punya penghasilan apa apa jika ia tetap bertahan di rumah.

Setelah kembali menjadi TKW, Lina rutin mengirimkan uang kepada suaminya untuk biaya dia dan anaknya yang sudah mau masuk sekolah. Linapun memberi midal suaminya untuk membuka usaha dirumah. Lina berpikir setelah ia tinggalkan mungkin suaminya akan berubah. Karena tidak ada lagi yang harus mengurus pekerjaan di rumahnya.

Lina juga mengirimkan uang hasi kerjanya untuk membeli mesin penggilingan untuk usaha suaminya. Berharap sang suami bisa mengelola uang hasil kerjanya.

Lina percaya saja ketika suaminya mengiyakan. Kalau dia akan mengelola usaha dengan baik. Namun dari waktu kewaktu, tak ada hasil apa apa. Buktinya suaminya tetap menutut kiriman uang bulanan kepada istrinya.

Bahkan semakin lama, usaha suaminya pun tak berjalan sama sekali, dan peralatanya pun di jual.Lina nyaris tak tahu apa yang terjadi di rumahnya.

Lina masih tetap setia mengirimkan hasil jerih payahnya menjadi TKW. Karena Lina merasa punya tanggung jawab untuk membiayai anaknya sekolah.

Yang lebih mengejutkan, Lina mendengar kabar kalau rumah yang ia beli pun sudah di jual murah tanpa sepengetahuan siapapun. Kayu kayu dan kebun pun habis di jual suaminya tanpa ada yang mengetahui.

Habis sudah hasil kerja Lina selama ini. Aamarah, kecewa, kesal beban dan pikiran campur aduk menjadi satu. Tak banyak yang bisa dia lakukan.

Satu satunya jalan ,Lina mengirimkan uang tidak kepada suaminya lagi. Tetapi kepada kakanya yang rumahnya lebih jauh dari keluarganya. Dengan cara seperti itu, Lina tetap bisa membiayai anaknya sebagai bentuk tanggung jawab.

Setelah beberapa lama, Lina pun berniat pulang ingin menceraikan suaminya. Dengan susah payah, akhirnya berhasil bercerai dengan suaminya. Karena suaminya tidak ingin sedikitpun bercerai. Tapi bagi Lina sudah tidak ada jalan lain. Walaupun semuanya sudah habis tanpa sisa. Baginya itu jauh lebih baik

Namun setelah bercerai, hal yang sangat menyedihkan adalah ia sulit bertemu dengan anaknya. Karena ayahnya melarang anaknya bertemu dengan ibunya dengan berbagai ancaman. Walau kini anaknya sudah sma, namun ia masih takut dengan ayahnya.

Buat Lina semoga kau tetap tabah dengan semua yang sudah terjadi. Semoga tidak akan pernah terjadi lagi lagi cerita hitam seperti ini. Semoga kau bisa berbahagia dengan suamimu yang baru...salam...

Rating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

cerita cinta

Punya uneg uneg tentang Cintamu? Yuk berbagi disini tentang cerita kisah cintamu. Tuliskan cerita dan pengalaman perjalanan cintamu yang tak terlupakan, kisah cinta yang mengharukan, ataupun kisah cintamu yang paling gokil

Caranya mudah:

Kamu bisa menulis langsung di blog ini

     

Mengirimkan tulisan lewat email

info@dunia1001.net

Kita tidak tahu kapan kekasih sejati itu datang...Tapi orang bilang kalau jodoh itu adalah sesuatu yang bisa datang tanpa disengaja