Menu Tutup

Ibu Harus Punya Pendidikan Tinggi? Ini Alasannya

pendidikan untuk ibu rumah tangga

Menikah menjadi sebuah babak baru bagi kehidupan Anda, apalagi wanita yang kini berubah tanggung jawab. Jika sebelumnya, harus ikut dan mengikuti apa kata ayah, kini akan mengabdi pada suami. Laki-laki pilihan yang diterima dengan sadar tanpa paksaan. Bahkan saat diminta untuk melepaskan pekerjaan dan menjadi ibu rumah tangga, ada baiknya Anda mengikutinya.

Inilah mindset yang membuat orang tua zaman dahulu enggan memberikan pendidikan setinggi tingginya untuk anak perempuan, pasalnya kodratnya akan kembali di rumah, kenapa harus mengenyam pendidikan tinggi. Tapi, Anda patut bersyukur jika bisa merasakan pendidikan tertinggi hingga bangku perkualiahan. Pasalnya ibu pintar akan melahirkan generasi muda cerdas, ini tidak bisa dielakkan lagi.

Kenapa bisa demikian? Ibu akan jadi segalanya untuk buah hatinya, tempat untuk melihat, menghabiskan waktu bahkan contoh pertamanya. Itulah sebabnya, jangan malu jika sekolah tinggi hingga Strata Tiga (S3) tapi ujung-ujungnya hanya di rumah. Waktunya mengubah hal tersebut, pasalnya ada banyak tujuan mulia di balik ibu yang punya pendidikan tinggi. Awalnya memang tidak terlihat, tapi semua anak akan bersyukur memiliki ibu pintar.

Alasan seorang Ibu harus berpendidikan tinggi

ibu adalah guru di rumah

Ibu Sekolah Pertama Untuk Anak-Anak

Siapa yang akan menjadi segalanya untuk anak saat di rumah, tentu saja ibunya. Memang sosok ayah sangat penting, tapi suami Anda tidak akan ada di rumah sepenuhnya dan melihat tumbuh kembang si kecil bukan. Ibu yang akan menjadi sekolah pertama untuk semua anak-anaknya, bahkan bisa jadi contoh untuk orang lain. Hal kecil yang masih dianggap remeh, tapi lihat bagaimana hasilnya.

Anak yang memiliki ibu pintar, cenderung mendapatkan didikan terbaik. Ibu akan siap menghadapi kondisi apapun, apalagi jika baru memiliki anak pertama. Bukan berarti ini percobaan, Anda harus bersiap menyambut dengan baik kelahiran buah hati di dunia. Ini di mulai sejak dalam kandungan, berikan nutrisi dan perlakuan yang baik. Apakah ini berpengaruh, jelas memberikan andil besar untuk pembentukan mentalnya.

Kebanyakan wanita modern saat ini bekerja dan tidak memberikan perhatian pada buah hatinya, ini memang bagus untuk kondisi perekonomian, tapi apakah sudah menjalankan tugas sebagai ibu yang baik. Pastikan sesuai porsinya dan menjadi ibu rumah tangga bukan hal yang mudah, pasalnya Anda akan jadi ratu yang menguasai rumah dengan segala masalahnya.

Ibu Memberikan Contoh Bukan Sekadar Mengajarkan

Bukan hanya jadi guru pertama untuk anak-anak, tapi memberikan contoh tidak sekadar mengajarkan saja. Inilah waktunya anak menjadi pencontoh, apalagi untuk balita. Ada banyak hal yang akan diikuti hanya dengan melihat saja, misalkan orang tua punya kebiasaan baik memberi pada orang yang meminta. Selalu tanggap dengan kata ‘tolong’ dari orang lain, sesuatu hal yang kecil memang namun bisa membentuk mental anak-anak hingga dewasa nantinya.

Tidak hanya itu saja, ibu akan mengambil peran besar membentuk mental anak. Ini sesuai dengan pepatah, buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Seperti apa orang tuanya, maka anak akan menuruni sifat yang sama. Bukan hanya secara DNA, namun juga sifat dan sikap akan turun dari apa yang di lihat dan di amati dari kecil hingga sekarang.

Ibu Berpendidikan Tahu Caranya Mendidik Anak Pintar

Mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan, tentu tidak dialami semua anak Indonesia, apalagi untuk anak perempuan. Ada banyak batasan dan hal tabu yang menggangap wanita bisa sejajar dengan pria, padahal pada kenyataannya jika diberikan kesempatan yang sama, maka wanita bisa jadi lebih dari ekspektasi pria.

Anda yang punya wawasan luas, pasti tahu beberapa cara mendidik anak. Memang tidak semua hal akan sesuai dengan teori, tapi setidaknya mengerti apa yang harus dilakukan jika anak sudah bertindak sesuatu. Misalkan, anak sakit panas tinggi di tengah malam. Anda tidak akan hanya menangis dan diam saja, pasti akan melakukan sesuatu untuk menurunkan panas. Hal kecil yang memberikan perbedaan besar.

Ada lagi, saat memberikan pengajaran kecil. Sekarang ini, anak-anak lebih diajarkan mengenal bahasa asing dari pada bahasa ibu, tujuannya agar lebih cepat mengerti. Pasalnya anak kecil memiliki daya ingat yang tajam, meskipun cara pengajarannya tidak bisa langsung instan dan harus diulang-ulang terus menerus. Tapi saat, anak bisa mengucapkan kata yang Anda inginkan, ini jadi reward terbaik dan tidak pernah tergantikan.

Ibu Pintar Bisa Mengatasi Masalah Tanpa Membuat Masalah

Permasalahan akan selalu datang, baik itu pada ibu rumah tangga yang dipandang remeh hingga kini. Padahal ada banyak persoalan rumah yang diselesaikan setiap harinya, mulai dari mengurus anak, suami, keluarga hingga melupakan diri sendiri. Bahkan tanpa Anda sendiri, setiap masalah bisa selesai tanpa menimbulkan masalah lainnya.

Inilah peran ibu pintar, dimana bisa menyelesaikan semua permasalahan, satu per satu tanpa mencampurkan semuanya. Bayangkan saja, jika semua ibu Indonesia pintar dan bisa memanage rumahnya sendiri. Sudah jelas tidak akan ada masalah pada anak-anak, angka perceraian menurun dan ada banyak tawa anak setiap harinya.

Ibu Akan Jadi Ratu Di Rumah Bukan Pembantu

Hilangkan presepsi, setelah menikah dan jadi ibu rumah tangga nantinya akan sama seperti asisten rumah tangga. Anda itu ratu di rumah ini, suami rajanya. Apa yang bisa dilakukan ratu, mengatur dan memerintah di rumahnya sendiri. Jadilah ratu, bukan pembantu. Waktunya untuk mengubah mindset ini, karena waktunya jadi ibu cerdas.

Apa yang harus dilakukan? Terapkan peraturan bersama, jika masih bersama suami atau mertua, maka cobalah untuk beradaptasi. Setelah itu, tetapkan aturan dengan Anda sebagai ratunya. Ini akan membuat semua jadi tertata dengan baik, Anda akan merasa lebih bahagia bukan. Tidak ada yang salah dengan melakukan semua pekerjaan rumah, ini kerajaan Anda sendiri, tentu bisa melakukan segalanya.

Berhenti merendahkan diri di depan suami, waktunya untuk jadi diri sendiri dan sejajar namun tidak merendahkan. Wanita harus tahu tempatnya dan bisa menjaga nama baik keluarga dengan baik, inilah peran ibu pintar. Tahu dan bisa menempatkan diri dengan baik, siapa anak dan suami yang tidak bangga dengan Anda nantinya.

Bukan Hanya Ibu Namun Jadi Istri Terbaik

Ingatlah, sebelum menjadi ibu, Anda sudah menyandang predikat sebagai istri. Jangan lupakan hal ini, kebanyakan wanita lupa sejenak punya suami dan fokus hanya untuk buah hati. Ini hal yang perlu diluruskan, pasangan juga membutuhkan perhatian yang Anda berikan sebelumnya. Kesabaran dan pemakluman bisa terjadi satu dua kali, tapi jika terus menerus, ini akan menimbulkan masalah.

Tetap berikan perhatian pada suami dengan menjadi istri terbaik, jangan pernah berubah dan mengubah apapun dengan adanya tambahan anggota keluarga baru. Inilah yang diinginkan semua suami, dimana tetap mendapatkan perhatian dan menjadi lebih bahagia karena kehadiran buah hati yang sudah dinantikan sejak lama.

Jadi, sudah tahukan, penting sekali menjadi ibu pintar. Tidak perlu mengemyang pendidikan hingga bangku perkuliahan, belajar itu bisa dimana saja. Tapi, saat akan atau sudah menjadi ibu, maka siap menerima tanggung jawab besar. Bukan hanya sebagai istri terbaik namun ibu pintar yang siap mendidik calon penerus bangsa terbaik.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.