Aku…dan tahun 90an dalam memory

Edisi sunday ngacapruk alias ngromyang…
sambil senyum2 sendiri dipojok kamar yg pengap…
lupakan sejenak kertas kertas jadwal yang menumpuk…

Aku…dan tahun 90an

Lahir..

Sebenarnya aku…dan “aku aku” yang lainya bukan lahir tahun 1990,
tapi antara 70 dan 80an.Dan itu takdir… karena tidak bisa memilih kapan lahir,dimana aku lahir…dan tempat dimana aku lahir…bahkan aku sama sekali tak ingat kapan aku lahir…

Semua kehendak atas kekuasan NYA…Jadi bersyukur karena aku telah lahir dan
kini telah menjadi takdir…

Aku adalah yang dulu kecil biasa ribut dengan adik adiku… biasa berantem dengan adik adiku,karena berebut mainan dengan adik adiku…tapi yang pada akhirnya draw 0-0 karena kita nangis bersama sama karena sama sama dapat jeweran

Tapi aku juga yang saat itu selalu bermain bersama sama dengan adik adiku, tertawa bersama dengan adik adiku…hingga lupa makan dan tak tau waktu.

Hingga suatu ketika kita menangis bersama ketika hujan besar datang, hari sudah mulai gelap,kita berlari…mencari…dan memanggi manggil si mbok karena belum pulang pulang, kita ketakutan terjadi apa apa… seperti anak anak kucing yang terus mengeong mancari cari induknya… lebay…

baca juga:Trend celana anak 90an
aku,Sekolah…dan nakal kecil

Akulah yang saat itu langsung masuk SD karena tidak ada TK apalagi PAUD.
Aku jugalah yang saat itu punya seragam pramuka yang seharusnya buat anak perempuan,yang memiliki 2 buah saku di bagian bawah,dan cara pakenya seperti kaos oblong yang harus ku pake setiap jumat dan sabtu sesuai aturan SD kala itu…tentu saja anak anak mencibirku… ha ha ha beeeeh babeh…

Aku jugalah yang saat itu pernah pake seragam merah putih bolong, lantaran hari sebelumnya belum kering ketika mau di pake,sama si mbok di keringin pake api di tungku dan terlalu panas hingga tanpa di sadari sebagian kainya meleleh, dan lama kelamaan jadi bolong… ha ha ha mbooook si mbok…ha ha ha

Aku juga yang saat kelas 3 SD pernah di cukur paksa oleh guruku lantaran rambutku di kuncir gara gara “dewasa sebelum waktunya”. Begitulah akibat bergaul sama orang orang yang bukan seusiaku…mungkin anaknya pak guru itu ada disini hi hi hi… biarin aja ah…

Aku dan “kita” juga yang saat itu pergi ke sekolah SD nyeker sejauh 2 km,karena punya sepatu satu satunya hanya di pake hari senin buat ngikutin Upacara Bendera…

Aku dan kita juga yang saat itu pernah di hukum lantaran nggak pake kaos kaki,yang ketika hari senin berikutnya punya kaos kaki sebelah minta ke teman kupotong jadi 2 hingga kedua kaki tampak memakai kaos kaki dan aman dari sweeping guru.

Aku dan kita jugalah yang saat itu terbiasa pake tas kresek buat tempat buku sekolah hingga hampir tiap minggu harus beli pensil dan pulpen,lantaran selalu hilang karena tas kreseknya selalu bolong karena tertusuk pensil yang lancip dan terjatuh tanpa disadari saat berlarian ketika pulang sekolah.

Aku dan kita juga yang terbiasa memasukan buku kedalam baju seragam hingga ketika sampai di rumah buku bukunya basah oleh keringat.

Aku dan kita jugalah yang ketika SD adu dengkul di pojok tembok sekolah pada jam istirahat,selain berebut pingpong karena kita pasti selalu kalah oleh kakak kelas kita.

Aku dan kita kita jugalah yang terbiasa meminta tanya jawab menjelang jam sekolah usai,dimana kita harus berebut pertanyaan siapa cepa dia dapat dan meninggalkan kelas terlebih dahulu…yesss…asyiiik… girang ketika sudah berhasil menjawab pertanyaan guru gan beranjak keluar kelas… bagaimana denganmu anak anak millenium?

Aku dan kita juga yang terbiasa ngepel kelas menjelang liburan dan harus ngambil air ke sungai yang lumayan nanjak dan bikin pegel kaki.

Aku dan kita juga yang biasa di jadwal piket seminggu sekali membawa sepotong kayu bakar yang kita tumpuk di belakang masing masing kelas, atau dedaunan untuk makanan kambing milik sekolah…

Aku juga yang pernh di hukum nyanyi di depan kelas lantaran telat masuk kelas karena bermain ke sungai di jam istirahat.
Aku juga yang pernah di lempar kapur tulis oleh guru lantaran bermain main sendiri saat jam pelajaran sudah di mulai.
Aku dan kita jugalah yang sering ribut,saling ejek nama sama teman,dan anak sekolah SD lain.. hmmmm nakal…

Aku jugalah yang ketika SMP harus berjalan kaki sejauh 13 km naik turun gunung,jalan setapak dan melewati arus sungai sepanjang 1 km.

Aku jugalah yang kala itu sering nggak mandi dan makan karena bangun kesiangan takut terlambat sekolah,berlari sekencang kencangnya dan selalu cuci muka ketika sampai di jalan sungai sepanjang 1 km itu.
Aku jugalah yang tiap musim hujan selalu jibrug alias basah kuyup ketika sampae ke sekolah,lantaran mengikuti arus banjir kecil di sungai sepanjang 1 km itu… tak ada jalan lain…

Aku jugalah yang hampir tiap hari naik ojeg gratis karena saat melewati pangkalan ojeg mereka sudah bosan melihatku berlari kencang sendirian, karena ketika sampai di kecamatan yang dekat dengan pasar dan ojeg, 5 menit lagi bel sekolah pasti berbunyi sementara jarak ke sekolah masih 2 km.

Aku jugalah yang membiasakan diri “darmaji” alias dahar lima bilang siji (satu) ketika jajan gorengan tempe di warung dekat sekolah,karena uang jajan sekolan cuma rp 100 rupiah…

Aku juga yang pernah di jemur di lapang sekolah seharian, lantaran telat mengikuti Upacara Bendera hari senin dan malah bersembunyi di warung tempe sambil memainkan gaya “darmaji”nya.

Aku juga yang pernah di hukum oleh guru olahraga (almarhum), yang ketika itu lupa membawa seragam olah raga hingga aku tidak boleh mengikuti pelajaran olah raga…semoga amal ibadahnya di terima di sisi NYA… Amiiiiin
Aku juga yang selalu ingat dengan guru PMP yang juga wakil kepala sekolah,karena bibirnya agak tebal dan memble namun pandai bercerita dan humoris.

Aku juga yang menyukai karya guru seni rupa yang ternyata pandai menggambar dan membuat karya karya seni lainya…cita citaku ingin jadi pelukis seketika itu.

Aku dan teman sekelas juga yang selalu tertawa ketika pelajaran seni musik di mulai, karena gurunya kocak ketika menyampaikan pelajaran.

Aku dan kita juga yang sering terpingkal pingkal oleh guru elektro ( almarhum) guru yang punya favorit lagu keroncong itu, lantaran setiap mengajar selalu punya lelucon lelucon baru yang di ceritakan di sela sela pelajaran… cukup menghibur…semoga di tempatkan di surga indah…

Aku dan kita juga juga yang selalu minta “praktek” ketika pelajaran biologi mulai membahas pembuahan pada sel telur hingga membuat guru biologi mencak mencak dengan candaanya.

Aku juga yang memandang sombong guru Fisika yang selalu dengan angkuhnya masuk kelas sambil merokok. Namun diam diam aku mengagumi tulisanya yang indah ketika sudah mulai menulis di papan tulis,hingga aku cukup kesulitan untuk meniru keindahan tulisanya.

Aku juga yang pernah tertidur di kelas saat pelajaran sedang berlangsung lantaran semalaman nonton kuda kepang di tempat hajatan sampai menjelang pagi.

Aku juga yang selalu mendadak ngantuk ketika guru bahasa inggris memasuki ruang kelas,wajahnya bikin ngantuk…suaranya bikin ngantuk dan pelajaranya juga bikin ngantuk…

Aku juga yang pernah di ancam di cabut nilai oleh guru matematika,lantaran nilai matematikaku terus merosot…dulu aku suka matematika.

Aku dan teman kelas 1c jugalah yang pernah bersimpuh dengan air mata di hadapan Ibu wali kelas lantaran merobek buku pelajaran sekolah hingga berserakan di dalam kelas,sampai kita dan bu wali kelas menangis bersama sama… maafkan kami bu…kami memang bodoh…

Aku juga yang pernah di kejar kejar pihak sekolah lantaran di tuding belum melunasi biaya gedung sekolah,padahal aku sudah membayarnya.

Hingga menjelang kelulusan aku ingat kalau yang menerima uang 2 tahun lalu adalah guru bahasa daerah,yang mukanya selalu tampak cemang cemong seperti memakai bedak bayi, dengan senyum khasnya yang selalu memperlihatkan satu gigi emasnya.

Aku juga yang di hari hari terakhir menjelang kelulusan nyaris tidak pernah belajar karena sudah malas dan bosan bersekolah,bahkan pas di malam malam ujian nasional kelulusan sekolah, aku begadang nonton hiburan di tempat hajatan sampai pagi… tidak tidur dan berganti pakaian langsung berangkat sekolah tanpa makan dan mandi seperti biasa…

Aku dan kita juga yang hampir tiap pulang sekolah punya permainan dadakan membawa buah pinang dengan tendangan kaki melewati bukit naik turun, bagi yang sampai dengan buah pinangnya sampai di jalan perpisahan maka dialah pemenangnya…cara kita melupakan waktu di bawah terik matahari yang menyengat ketika pulang sekolah… kita yang selalu ikut permainan ini semua ada di FB ku, mungkin mereka akan bilang lebay…dan mencibir karena aku bercerita tentang sesuatu yang tak penting ini… enjoy sajalah….

Aku dan kita juga yang pernah kepergok mencuri nangka di kebun orang,yang ternyata pemilik kebun ada di atas pohon dekat pohon nangka yang kita panjat.. dan kita baru tau ketika pemilik nangka berdehem… yang membuat kita menjatuhkan diri ke tanah lalu pontang panting berlarian…

Aku dan mainan sederhana ala 90

Bagikan jika berkenan... Indahnya Berbagi...
  • 10
  • 5
  •  
  • 2
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
    19
    Shares

1001 Dunia

Aku suka kotak katik sesuatu di kala waktu senggang. Salah satunya iseng belajar ngeblog disini. Banyak ilmu yang bisa kita dapatkan dari dunia Internet. Bersama blog ini juga, saya berbagi apa yang saya tau dan bisa di bagikan.. semoga bermanfaat... salam...

Mungkin Anda juga menyukai

Bagaimana pendapatmu, ada ide?

Informasi Tutorial Tips dan Trik Dunia Online